Newspaper - Tidak sedikit Orangtua menganggap bahwa mendisiplinkan anak menjadi salah satu pekerjaan terberat dalam proses mengasuh Buah Hati tercinta.
Akan tetapi masih banyak Orangtua yang tidak tahu arti mendisiplinkan anak-anak mereka. Tak jarang ada yang menghukum hingga memukul anak mereka, dan mereka berpikir bahwa hal itu dapat memberikan kedisiplinan yang sempurna pada anak.
Padahal ada banyak cara untuk mendisiplinkan anakmu, dan berikut adalah beberapa cara untuk mendisiplinkan anakmu yang AkuratParenting lansir dari Boldsky.
Berikan aturan kedisiplinan dengan cinta dan kasih sayang
Namun, salah satu cara mengasuh anak agar disiplin adalah memberinya sebuah aturan dalam kehidupan sehari-harinya.
Tapi, tak jarang anak tidak merespons hal tersebut dengan positif. Oleh karena itu baik ayah maupun bunda perlu menggunakan kasih sayang saat menerapkan sebuah kedisiplinan. Biasakan membuat anak merasa dicintai untuk selalu memeluk, mencium, dan membelainya ketika sedang memintanya menaati peraturan.
Ayah dan bunda harus menunjukkan kasih sayang dan dukungan terhadap sang Buah Hati, sehingga mereka merasa aman dan nyaman dalam membentuk tingkah laku yang positif.
Jangan pernah melarang tanpa alasan yang jelas
Jika Orangtua atau pengasuh mengatakan tidak untuk semua hal yang membuat mereka tidak disiplin, anak akan merasa bahwa mereka tidak pernah diberi sebuah prioritas.
Untuk itu, baik ayah maupun bunda harus dapat menjelaskan kepada Buah Hati alasan mengapa mereka tidak boleh melakukan sesuatu yang dilarang. Beritahu masalah yang akan datang jika mereka melakukan hal yang tak baik, sehingga anak akan berpikir sebelum bertindak.
Tahu pemicunya
Setiap anak memiliki pemicu dalam melakukan tindakan yang mengarah di luar kedisiplinan, jadi kenalilah pemicu mereka dan baru bertindak. Anak bisa saja tidak akan disiplin jika mereka lapar, mengantuk atau lelah. Jadi, kenali mereka dan bertindaklah dengan sesuai serta berikan apa yang mereka butuhkan.
Tetap konsisten
Bereaksi terhadap semua hal yang tidak mendisiplinkan anak dengan cara yang sama perlu dilakukan terus menerus tanpa memberikan cela. Anak mungkin menjadi bingung jika ayah maupun bunda tidak konsisten dan bertindak berbeda setiap kali menghadapi situasi anak berbuat hal yang tak baik.
Jika Orangtua merasa teguh dengan aturan-aturan yang telah dibuat, maka konsisten dan sabar dalam menerapkannya. Dan jangan pula sampai membuat peraturan, tapi ayah dan bundanya justru yang melanggarnya.
Jangan emosional
Menjadi emosional tidak akan mempercepat proses pendisipinan anak, karena hal tersebut dapat mengacaukan sehingga membuat anak menangis dan ketakutan.
Ketika Orangtua berteriak-teriak hingga membentak anak, pesan apa pun yang ingin disampaikan tidak akan dipahami. Saat ayah atau bunda membentak, anak justru akan diselimuti rasa takut dan sakit hati.
Selalu beri waktu
Memberikan waktu adalah hal yang penting dan perlu dilakukan ketika seorang anak akan bertindak disiplin. Ketika mereka salah maka hal itu amat wajar dan jadikan hal tersebut sebagai pelajaran karena untuk bisa mendisiplinkan anak tidak instan.
Jalin kekompakkan antara Orangtua dan anak
Dalam membuat Anak Disiplin, perlu ada kekompakan dalam pengajaran dari Orangtua. Keberhasilan pengasuhan tak bisa terlepas dari kekompakkan orangtuanya.
Dalam menerapkan sebuah kedisiplinan maka harus terjalin kerjasama dan memiliki kesatuan visi dari ayah dan bunda serta si kecil. Jadi kekompakkan merupakan kunci mendidik anak agar tumbuh menjadi anak yang disiplin dan patuh pada peraturan.
Di masa pertumbuhannya si Kecil akan menyerap pengetahuan di lingkungan sekitarnya dengan interaksi, stimulasi dan kemampuan otak yang optimal.
Sumber : Akurat.co

Komentar
Posting Komentar